Iklan Sirup Menjadikan Gadis Cantik Ini Seorang Mualaf

Gisella
Masyaallah, cantiknya

Tuhan memiliki caranya tersendiri untuk menentukan siapa orang yang akan mendapatkan hidayahNYA. Baik itu melalui orang lain, melihat orang beribadah, melihat kedamaian yang ada pada setiap individu, atau bahkan melalui sebuah iklan sirup.

Tapi, siapa sangka iklan sirup yang hanya berdurasi 15 – 30 detik tersebut  mampu menggugah seorang gadis cantik asal Bandung bernama Gisella untuk memantapkan diri masuk kedalam agama Islam. Sebagaimana kita tahu, banyak produsen sirup yang berbondong-bondong untuk mempromosikan produk mereka pada saat Ramadhan yang mana sirup merupakan minuman paling dicari dan dinikmati oleh banyak orang jika dibandingkan dengan hari biasa.

Dikutip dari merdeka.com, Gisella memantapkan diri untuk masuk Islam karena kehangatan yang ditampilkan di dalam iklan sirup. “Menjelang Ramadhan kan banyak sekali iklan sirup bertebaran di TV. Isi Iklannya tentang kehangatan saat berbuka puasa bersama keluarga, mudik Lebaran dan hal tersebut yang membuat saya mulai menyukai Islam. Saya suka sekali melihatnya. Teman-teman saya yang juga muslim merupakan orang yang menyenangkan” kata Gisella.

Memang bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah ini penuh dengan kehangatan dan persatuan, dimana jika kita sebelumnya sibuk dengan pekerjaan siang dan malam, pada bulan Ramadhan, kita disatukan kedalam sebuah ibadah yakni Tarawih.

Karena kehangatan itulah, Gisella tanpa didesak siapapun sanagat tersentuh dan semakin tergugah untuk menjadi seorang mualaf. Untuk memperkuat keputusan dan imannya untuk mengenal tentang Islam, ia pun sering mengikuti Tausiyah Aa Gym dan istrinya melalui media sosial.
Gisella mualaf

Sebelum menjadi seorang mualaf, Gisella terlahir dari keluarga non-musilm. Gadis cantik ini sering merasakan kegelisahan saat beribadah, Ia pun sering menanyakan tentang konsep agama yang dianutnya dahulu kepada orang tuanya. Dan, yang didapatkannya bukan jawaban yang mampu membasahi rasa penasarannya akan tetapi amarah dari kedua orang tuanya.

“Saya terlahir dari keluarga non-muslim. Setiap melakukan ibadah dari agama yang saya anut dahulu, saya sering merasa gelisah dan tidak tenang. Kegelisahan saya ini membuat saya bertanya kepada kedua orang tua saya tentang konsep agama saya dulu, bukan jawaban yang saya dapatkan tapi kemarahan”

Keputusan yang diambil Gisella untuk menjadi seorang mualaf pun diwujudkannya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Daarut Tauhiid, Bandung, saat mengikuti Tausiyah Teh Ninih yang merpakan istri Aa Gym.

Alhamdulillah, selamat menikmat menjadi muslimah ya Gisella.