Banyak Warga Korea Tinggalkan KakaoTalk Karena Alasan Keamanan

Ketika President Park Geun Hye baru-baru ini mengklaim bahwa ada banyak tuduhan tidak berdasar secara online terhadap dirinya yang dilakukan secara online, khususnya di kalangan aktivis Sewol Ferry, jaksa mengumumkan akan meningkatkan pemantauan real-time pesan pengguna di SNS untuk menyingkirkan rumor tak berdasar.

Ada rumor bahwa jaksa dan polisi secara khusus memantau pesan KakaoTalk, memeriksa informasi pribadi aktivis seperti nomor PIN rekening bank dan percakapan pribadi dengan pengacara.

Jaksa membantah rumor tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka hanya memantau komentator berbahaya pada website utama bukan pesan (mesangger), namun warga Korea masih bereaksi kuat untuk berita tersebut. Mereka menghapus messenger asal Korea seperti KakaoTalk dan menemukan messenger asing sebagai alternatif seperti Telegram sebagai gantinya.

Telegram adalah messenger asal Jerman yang menawarkan fitur keamanan. Banyak warga Korea yang telah mengomentari halaman aplikasi Telegram ini dan menjelaskan alasan mereka untuk beralih. Pengguna ini mengkritik negara mereka karena kurangnya demokrasi, karena menyerang hak privasi mereka, dan untuk mematasi kebebasan berbicara.

NoCut News baru-baru ini mewawancarai pengacara KakaoTalk Gu Tae Uhn. Dalam video di atas, pewawancara bertanya, “Apakah benar bahwa ada monitoring real-time?”

“Ini tidak mungkin karena alasan teknis yang kuat, dan tidak mungkin karena alasan hukum,” pengacara menyangkal rumor tersebut. “Melalui Peraturan Perlindungan Rahasia Komunikasi, pemantauan real-time membutuhkan ‘surat perintah penyadapan’. Kalau nanti pengadilan menyadap [pesan] tanpa surat perintah, itu adalah kejahatan serius.”

Dia melanjutkan, “Kami tidak membuat fasilitas teknis untuk menyediakan pemantauan real-time untuk lembaga investigasi.” Dia menekankan, “Jujur, kami tidak menerima ‘surat perintah penyadapan’.”

Adapun perbandingan untuk Telegram, ia menyatakan, “Telegram bilang mereka mengenkripsi [semua pesan], tapi itu hanya mengenkripsi ‘obrolan rahasia’ satu-satu (Privat Messanger/PM0. Untuk chatting umum, mereka tidak bisa mengenkripsi pesan karena alasan teknis.”

Ia mengakhiri wawancara dengan mengkritik fitur “penghancuran diri sendiri” pada Telegram, di mana pesan hilang setelah waktu tertentu (a la Snapchat) secara otomatis, mengatakan bahwa hal itu sangat tidak menguntungkan dan dapat menyebabkan kesalahpahaman antar pengguna.

Baru-baru ini pada konferensi pers mengenai penggabungan antara KakaoTalk dan Daum Communications, CEO KakaoTalk (Kim Seok Woo) mengklarifikasi, dengan pernyataan yang hampir sama dengan pengacara KakaoTalk, bahwa KakaoTalk tidak menyediakan pengawasan real-time untuk jaksa, melainkan bekerja sama dengan jaksa ketika ada kasus penyelidikan yang sah.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.